Setelah ditelusuri, ternyata banyak sekali jenis kulinar di Solo, dari lauk, makanan basah, makanan kering dan berbagai jenis minuman tradisional. Bahkan banyak juga yang hilang atau ditinggalkan sesuai atau disesuaikan oleh jamannya. Dengan keberadaan Kraton Kasunanan dan Kraton Mangkunegaran, yang notabene menjadi pusat kebudayaan Jawa, sedikit banyak memberi kontribusi terpeliharanya adat istiadat, budaya dan prilaku termasuk didalamnya pengolahan makanan.
10 Komentar »
Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

maulana berkata
mengenai tampilan web, yang tak mudah dipahai dan kurang menarik.
Solo memiliki unversitas.manfaatkan umtuk membuat web ini menjadi menarik. dan lengkap.sehingga menimbulakan daya gengsi yang berbudaya.terimakasih
whorma berkata
helfman ford houston
diana berkata
Karena keluarga besar suami berada di solo, saya jadi sering jalanjalan ke solo dan tentunya CARI MAKAN. Banyak makanan khas solo yang ngangenin, karena rasanya yang unik dan asyik. Setiap ke solo pasti saya sempatkan untuk ke gudeg margoyudan, tapi sayangnya yang kadangkadang bikin males karena penjualnya gak ramah blas!!!!. udah antre lama, malah gak dijual-jualin, bete bete bete.meskipun gitu tetep aja mampir terus….
selain itu paling suka ke nasi liwet di sepanjang jalan menuju solo baru, wah astik, harga murah dan terjangkau, habis kalau yang di daerah keprabon kita sering bingung, karena semua mengklaim sebagai wongso lemu asli (bingung kan) udah gitu mahal lagi.
Tempat lain yang sering saya kunjungi adalah nasi kucing (hik) pak Muji, di daerah tipes. Lalu tahu kupat solikin di jalan gajah mada. Nah kalo suami pasti gak pernah absen sama sate buntelnya bu galak yang ada di daerah sumber. Dawet telasih yang ada di pasar gedhe juga sering kog kami kunjungi….. Nah kalo ada info baru tentang kuliner asyik yang ada di solo, kirimi kami email ya… saat ini sih kami lagi penasaran sama GULGOR (gule goreng) yang pernah ditayangkan di salah satu statiun televisi swasta, kalo ada info hub kami ya… makaih.. GBU
pie_nov@yahoo.com berkata
Ada ngg sich situs yg isinya kumpulan orang solo. kaish tau aku dong biar aku bisa gabung.
Tks.
Cah_solo berkata
kebudayaan jawa adlh kebudayaan yang luhur. saya bangga menjadi WONG JOWO. semga kbudayaan ini lestari. dan tetap bertahan seiring arus Globalisasi saat ini…………! OK
lia berkata
Solo dengan adat istiadatnya yang lemah lembut, andap ashor, sayang orang-orangnya dalam bekerja lelet….susah untuk cekaat-ceket… Apakah semua orang yang mengaku orang solo bisa : nembang (nyanyi)/nari/wayang/bahasa jawa halus??? minimal 1 keahlian bisa dimiliki baru bilang orang solo…. setuju gak?? mari kita tumbuhkan kecintaaan akan kota kita SOLO.
lol berkata
caco ricci nude photos
Menjelajah kota Solo, menikmati kenikmatan khas Wisata Kulienernya…. « Spesial Abon berkata
[...] Solo, Javanese Culture City [...]
nurhadi berkata
Sebagai orang yang lahir di Surakarta aku lebih suka menyebutnya dengan sebutan Sala terasa lebih nges lebih Anjawani lebih mendorong untuk selalu ingat Kiai Sala yang telah berjasa mencarikan daerah sebagai ganti kraton yang sudah dikotori dalam geger Pecinan pada masa lalu.Sala memang selalu menarik
willy berkata
bagiku solo tempat favorit untuk makan, kalo dulu pas waktu kuliah. aku sering jalan2 cari bakso ama pacarku,tahulah bakso emang makanan yang merakyat banget. dari tua muda, miskin kaya, semuanya menyukainya. dulu aku paling suka ama bakso alex dekat monumen pers, ato bakso rusuk yang aku lupa tempatnya. kayaknya gak ada bakso yang seenak di solo